PT Generasi Cendekia Profesional (GenCPro) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan keberlanjutan lingkungan melalui program “Integrated Eco Farming”. Kali ini, GenCPro menggandeng Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA) Semarang untuk mengimplementasikan praktik lapangan bagi mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah Manajemen Lingkungan untuk Bisnis. Kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga untuk mengembangkan lokasi Workshop & Training Center PT GenCPro menjadi destinasi eco-eduwisata yang inovatif.

Latar Belakang Kolaborasi: Memadukan Akademik dan Praktik Lapangan
Eko Dwiantoro, S.Ak., Direktur Utama PT GenCPro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bermula dari kebutuhan dosen-dosen UNIKA akan lokasi praktik lapangan bagi mahasiswa mereka. “Kami bekerja sama dengan beberapa dosen dari UNIKA yang membutuhkan lokasi untuk praktik lapangan mahasiswa, terutama dalam mata kuliah Manajemen Lingkungan untuk Bisnis,” ungkap Dwiantoro. Ini menandai sebuah langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dan aplikasi praktis di lapangan, memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi para mahasiswa.
Kolaborasi ini juga merupakan cerminan dari visi GenCPro untuk berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Dengan menyediakan fasilitas dan keahlian mereka, GenCPro berperan aktif dalam membentuk generasi penerus yang siap menghadapi tantangan lingkungan dan bisnis di masa depan.
Pendidikan Berbasis Produksi: Mengubah Perspektif Mahasiswa
Ir. Ignatius Supriyanto, Sp.Agr., M.M.A., salah satu Dosen UNIKA yang terlibat dalam program ini, menjelaskan bagaimana kolaborasi ini mengintegrasikan pembelajaran manajemen lingkungan dengan praktik langsung di lapangan. “Hal ini yang mendasari terutama dikaitkan dengan mata kuliah yang diajarkan, yaitu mata kuliah terkait dengan Manajemen Lingkungan untuk Bisnis,” kata Supriyanto.
Ia menekankan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis produksi. “Di sini yang diterjunkan adalah mahasiswa Manajemen, sehingga ada sinergi dengan GenCPro dikaitkan dengan pengembangan kawasan ini yang akan dijadikan sebagai kawasan eco-eduwisata.” Konsep eco-eduwisata ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tetapi juga melihat langsung bagaimana prinsip-prinsip manajemen lingkungan diterapkan dalam konteks nyata.
Visi Supriyanto melampaui sekadar memberikan praktik lapangan; ia berharap mahasiswa dapat memahami potensi lingkungan yang berkelanjutan. “Mata kuliah itu membimbing mahasiswa untuk memahami kompetensi tentang manajemen tata letak ruang di sini dan juga lingkungan yang kita lihat, lingkungannya hijau sekali. Ini ada potensi-potensi yang bisa digarap yang bisa dikaitkan unit produksi. Maka mahasiswa masuk di dalamnya.”
Penerapan Teori dalam Praktik: Pengalaman Nyata bagi Mahasiswa
Eko Dwiantoro menambahkan bahwa praktik lapangan ini memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan langsung teori yang telah mereka pelajari di kelas. “Praktik lapangan MLHB (Manajemen Lingkungan Hidup untuk Bisnis), artinya mahasiswa itu melakukan praktik lapangan untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari di kelas. Teori di kelas itu diterapkan, dipraktikkan di lapangan ini,” jelas Dwiantoro.
Penerapan langsung ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman konseptual mahasiswa dan mengembangkan keterampilan praktis mereka. Dengan terlibat langsung dalam aktivitas seperti pemetaan lahan, analisis ekosistem, dan perencanaan produksi berkelanjutan, mahasiswa dapat melihat bagaimana teori-teori abstrak menjadi solusi konkret untuk masalah lingkungan dan bisnis. Hal ini juga membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam konteks dunia nyata.
Pengembangan Lokasi menjadi Eco-Eduwisata: Visi Jangka Panjang
Veronica Kusdiartini, S.E., M.Si., Dosen UNIKA dan Pakar Maggot yang juga terlibat dalam program “Integrated Eco Farming” sebelumnya, menguatkan tujuan jangka panjang dari kolaborasi ini. “Tujuannya, nanti apabila mahasiswa itu sudah selesai mata kuliah ini, mahasiswa mampu untuk praktik secara langsung, begitu. Seperti yang dilakukan pertemuan mahasiswa kemarin itu juga sudah ada mahasiswa yang ingin berkolaborasi di sini dengan wirausahanya begitu,” ujar Kusdiartini.
Ia juga melihat potensi besar dalam pengembangan lokasi ini sebagai pusat pendidikan dan inspirasi. “GenCPro ini bagus sekali ya karena mau menerima mahasiswa-mahasiswa S1 khususnya mata kuliah Manajemen Lingkungan Hidup. Jadi sangat mendukung pendidikan, sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari PT GenCPro ini terkait dengan edukasi begitu.”
Pengembangan lokasi menjadi eco-eduwisata akan menciptakan platform berkelanjutan untuk pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Ini akan menjadi tempat di mana mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum dapat belajar tentang praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan konsep lingkungan lainnya secara langsung.
Manfaat Timbal Balik Kolaborasi: Mahasiswa, GenCPro, dan Lingkungan
Manfaat dari kolaborasi ini bersifat timbal balik. Bagi mahasiswa, ini adalah kesempatan unik untuk mendapatkan pengalaman praktis yang berharga. “Manfaatnya pertama untuk mahasiswa ya, kita berterima kasih karena dipercaya oleh Dosen UNIKA sebagai lokasi praktik lapangan. Lokasi kami ini adalah workshop dan training center PT GenCPro yang nantinya akan menjadi lokasi eduwisata dari PT GenCPro,” kata Dwiantoro. Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana sistem “Integrated Eco Farming” diterapkan, dari budidaya maggot hingga produksi pupuk organik.
Bagi GenCPro, kolaborasi ini membawa ide-ide segar dan membantu mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif. “Keuntungan untuk kami adalah kami juga bisa mendapatkan input yang segar dari mahasiswa tentang industri wisata yang enggak kita bangun,” tambah Dwiantoro. Pertukaran pengetahuan dan ide antara akademisi dan praktisi ini menciptakan lingkungan yang dinamis untuk inovasi.
Mengatasi Tantangan Generasi Muda di Bidang Pertanian
Ir. Ignatius Supriyanto menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi ini dapat mengubah persepsi generasi muda terhadap bidang pertanian. “Ini harapannya supaya menjawab tantangan kita bahwa sekarang generasi muda banyak yang tidak menyukai bidang pertanian. Alasannya kotor, panas, melelahkan, membosankan,” ujarnya.
Namun, ia mencatat perubahan positif yang diamati di lapangan. “Ternyata mahasiswa UNIKA yang maaf ya, notabene mereka itu berkutat banyak di dunia perkotaan, ya jalan-jalan di mal, ya di tempat-tempat kafe-kafe, restoran-restoran. Ternyata sekarang itu anggapan saya salah. Begitu diterjunkan di sini, panjenengan bisa menyaksikan mereka tertawa lepas, ya saling menyapa, saling membantu dengan alam itu mereka tidak takut. Katanya tadi ada yang lihat biawak itu, mereka malah foto, kalau bisa ditegak biawaknya, ajak selfie gitu ya.”
Pengalaman langsung di lingkungan yang hijau dan produktif telah membuktikan bahwa pertanian dan manajemen lingkungan dapat menjadi bidang yang menarik dan memuaskan bagi generasi muda. Ini adalah bukti bahwa pendidikan berbasis pengalaman dapat secara efektif mengubah stereotip dan menarik minat baru terhadap sektor-sektor vital.
Visi Berkelanjutan: Membangun Sel-sel Ekonomi dan Kesejahteraan Bersama
Supriyanto juga menyoroti pentingnya keberlanjutan sumber daya, membedakan antara sumber daya yang dapat diperbarui (renewable) dan tidak dapat diperbarui (non-renewable). “Bahwa ini sungguh sangat memanggil generasi muda, para mahasiswa itu, sebagai agen perubahan. Jen agen, jen agen. Nah, ini harapannya supaya menjawab tantangan kita bahwa sekarang generasi muda banyak yang tidak menyukai bidang pertanian. Alasannya kotor, ya panas, melelahkan ya, membosankan. Ternyata mahasiswa UNIKA yang maaf ya, notabene mereka itu berkutat banyak di dunia perkotaan, ya jalan-jalan di mall, ya di tempat-tempat kafe-kafe, restoran-restoran. Ternyata sekarang itu anggapan saya salah. Begitu diterjunkan di sini, panjenengan bisa menyaksikan mereka tertawa lepas, ya saling menyapa, saling membantu dengan alam itu mereka tidak takut. Katanya tadi ada yang lihat biawak itu, mereka malah foto, kalau bisa ditegak biawaknya, ajak selfie gitu ya.”
Dia juga berbicara tentang pentingnya mengelola sumber daya yang dapat diperbarui untuk pembangunan berkelanjutan, serta mendesak mereka yang bekerja di industri sumber daya yang tidak dapat diperbarui untuk menyadari keterbatasan alam. “Yang kerja di tambang batubara, hendaknya ini juga mulai sadar bahwa alam yang non-renewable itu terbatas. Sedangkan kalau yang renewable ini, seperti di sini, adalah contoh sustain. Untuk teman-teman yang mau usaha kambing ya, kemudian kelinci ya, kemudian ada tanaman panas, ini kan bisa dikembangkan, bisa diproduksi, reproduksinya ditingkatkan. Ini artinya kita sudah mencapai pada titik profesional. Ini harus bijak untuk kembali merotasi, ya, melestarikan lingkungan, melestarikan sumber daya alam, memulihkan kembali.”
Visi jangka panjang GenCPro adalah menciptakan “petak-petak ekonomi” melalui unit-unit produksi yang berkelanjutan. “Harapannya ini menjadi support bagi GenCPro menjadi unit-unit produksi merupakan petak-petak ekonomi yang sel-sel ekonomi itu bisa meningkatkan kesejahteraan bersama,” pungkas Supriyanto. Ini menunjukkan komitmen GenCPro untuk tidak hanya menciptakan dampak lingkungan positif, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Kolaborasi antara PT GenCPro dan UNIKA Semarang melalui program “Integrated Eco Farming” adalah sebuah inisiatif yang patut dicontoh. Kemitraan ini berhasil memadukan pendidikan akademik dengan praktik lapangan yang relevan, memberdayakan mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk masa depan yang berkelanjutan. Dengan mengembangkan lokasi Workshop & Training Center menjadi pusat eco-eduwisata, GenCPro dan UNIKA tidak hanya menyediakan lingkungan belajar yang unik tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk menjadi agen perubahan di bidang pertanian dan manajemen lingkungan. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi yang kuat dan visi yang jelas, kita dapat membangun masa depan yang lebih hijau, lebih produktif, dan lebih sejahtera.